Loading Posts...

Landasan Hukum Asuransi Syariah

hukum asuransi
hukum asuransi

Asuransi syariah sejak awal kemunculannya diartikan sebagai bentuk dari bisnis yang dipertanggungkan secara syar’i yang berdasarkan pada nilai-nilai yang ada pada syariat Islam yaitu menurut Al-Qur’an dan Sunnah (hadits nabi). Diambil dari kata amanah yang memiliki arti “memberi perlindungan, rasa aman, ketenangan dan membebaskan dari rasa takut”. Menurut M. Hasan Ali, landasan hukum asuransi syariah yang dipakai oleh sebagai ahli hukum Islam dengan tujuan memberi nilai legalisasi/pembolehan dalam praktek bisnis asuransi dan pinjaman uang syariah adalah berdasarkan Qur’an dan as-sunnah:

Lalu Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Islam?

  • Asuransi syariah dalam Al-Qur’an.

Jika dilihat secara sepintas keseluruhan ayat di dalam Al-Qur’an, tak satu pun ayat yang menyebutkan istilah “asuransi” seperti yang kita kenal saat ini. Meski tidak disebutkan secara tegas, namun ada beberapa ayat yang menerangkan mengenai konsep dari asuransi itu sendiri dan mengandung muatan dari nilai-nilai dasar yang ada dalam praktek asuransi di antaranya adalah perintah Allah untuk senantiasa melakukan persiapan untuk menghadapi masa yang akan datang digambarkan pada surat Al-Hasyr:18 dan QS. Yusuf:47-49 serta perintah Allah kepada hamba-Nya untuk saling tolong menolong, seperti yang ada pada QS Al-Maidah:2.

Selain itu ada juga ayat yang menerangkan tentang nilai-nilai dasar yang diaplikasikan pada asuransi, yakni QS. Quraisy:4 yang berisi tentang perintah untuk saling melindungi dalam keadaan yang susah satu sama lainnya dan di QS. At-Taaghabun:11 disebutkan bahwa “tak ada satu pun musibah yang terjadi kecuali atas kuasa Allah”. Dari situlah dapat diambil makna bahwa tak ada satu pun manusia yang mengetahui manakala musibah itu akan terjadi, sehingga ada baiknya kita melakukan ‘persiapan’ untuk meminimalisir resiko yang akan diterima pada saat peristiwa/musibah itu terjadi.

Baca Juga : Pinjaman Uang di Bandung Tanpa Jaminan

  • Asuransi syariah berdasarkan sunnah nabi.

Landasan hukum asuransi syariah juga diambil dari sunnah nabi (hadits), seperti yang diriwayatkan oleh Amir bin Sa’ad bin Abi Waqasy, Rasulullah bersabda “Lebih baik apabila engkau meninggalkan anak-anak kamu (ahli waris) dalam keadaan kaya-raya, daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan kelaparan sehingga mereka meminta-minta kepada manusia yang lainnya” (H.R Bukhari). Ini juga membuktikan bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk berinvestasi demi kepentingan di masa depan.

Rasulullah secara tak langsung mengajarkan nilai pentingnya memperhatikan kehidupan di masa yang akan datang, salah satunya adalah dengan mempersiapkan bekal sedari dini yang dapat dimanfaatkan kelak di masa yang akan datang. Hal ini sudah sejalan dengan operasional dari asuransi dimana perusahaan asuransi mewajibkan pesertanya untuk membayar iuran yang disebut premi untuk kemudian dijadikan semacam tabungan yang nantinya akan dikembalikan pada pembayar premi atau ahli waris nya melalui klaim, apabila terjadi peristiwa yang tak diinginkan.

Adapun Manfaat yang Dapat Kita Ambil Dari Hukum Asuransi Syariah di antaranya Adalah:

  • Tumbuhnya ikatan persaudaraan dan rasa sepenanggungan antar sesama anggota.
  • Implementasi dari ajaran Rasulullah mengenai kewajiban saling tolong menolong.
  • Jauh dari bentuk-bentuk muamalah yang tidak sesuai syariat.
  • Secara umum bisa memberikan proteksi dari resiko kerugian yang akan diderita oleh satu pihak serta memberikan rasa aman, nyaman dan ketenangan.

Baca Juga : Pinjaman Uang Tanpa Jaminan di Jogja

Praktek asuransi merupakan bisnis yang berpusat pada bagaimana cara mengelola resiko kerugian dapat diminimalisir serendah mungkin, salah satunya adalah dengan menanggungnya bersama-sama (dengan anggota asuransi lainnya) sehingga terasa lebih ringan. Dengan merujuk pada dalil-dalil yang menjadi landasan hukum asuransi syariah, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa praktek asuransi syariah ini tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, bahkan ternyata justru membawa manfaat (faedah).

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!