data-ad-slot="5264608092"> ->
data-ad-slot="5264608092"> ->
data-ad-slot="5264608092"> ->
Loading Posts...

Pinjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam

Pengertian dari koperasi simpan pinjam adalah merupakan salah satu lembaga keuangan non-bank yang berperan memberikan pelayanan bagi para nasabahnya (masyarakat) berupa pinjaman dana serta tempat penyimpanan uang bagi para masyarakat. Dalam kegiatannya, koperasi ini dituntut untuk dapat melayani kredit tanpa agunan dan penarikan dana dari anggotanya sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati. Adapun dalam mekanisme kerjanya, koperasi ini memiliki 4 macam simpanan, antara lain sebagai berikut:

Simpanan pokok (KSP).

Simpanan pokok adalah dana yang memiliki nominal yang sama yang diberlakukan ke semua calon anggota, hanya sekali sewaktu mendaftar. Simpanan ini tidak bisa diambil selama masih menjadi anggota. Aturan simpanan ini dalam koperasi tidaklah sulit, calon anggota hanya diminta membayarkan sejumlah uang yang sudah ditetapkan sesuai dengan kesepakatan bersama dan selama menjadi anggota, uang tersebut tidak dapat diambil, melainkan dapat diambil setelah sudah tidak menjadi anggota lagi.

Simpanan wajib.

Simpanan wajib adalah jenis pinjam uang tanpa syarat yang wajib disetorkan pada koperasi sebelum batas waktu yang sudah ditentukan. Jumlah dana simpanan wajib ini tidak ditentukan nominalnya. Jadi hanya semacam tabungan saja, dan anggota dapat menyerahkan simpanan wajib sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Jenis simpanan ini sifatnya tidak mengikat, bisa diambil kapanpun selama masih menjadi anggota.

Tabungan koperasi.

Merupakan dana yang diserahkan kepada koperasi simpan pinjam dengan sistem angsuran selama menjadi anggota. Anggota akan memperoleh sebuah buku tabungan dan semua dana yang disetorkan akan dicatat dalam buku tersebut. Dana juga dapat diambil kapan saja namun hanya boleh diambil oleh anggota ataupun yang diberi kuasa untuk mengambilnya. Ada beberapa aturan mengenai tabungan koperasi ini antara lain:

  • Melakukan kesepakatan/perjanjian antara pihak koperasi dan anggota untuk menetapkan jumlah dana tarikan. Hal ini bertujuan untuk mengamankan dana simpanan.
  • Anggota akan diberikan dana tambahan dalam bentuk bunga simpanan yang sudah ditetapkan sesuai perjanjian.
  • Anggota akan diberikan dana berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) dari koperasi setiap akhir tahun (tutup buku) yang dibagikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT).
  • Jumlah minimal setoran pertama dan selanjutnya ditetapkan terlebih dahulu.
  • Sebagai imbalan, anggota akan diberikan dana tambahan dari bagi hasil usaha koperasi berupa saldo tambahan yang akan ditambahkan pada tabungan.

Simpanan berjangka koperasi.

Sesuai dengan namanya, simpanan berjangka merupakan jenis simpanan yang diserahkan kepada koperasi selama jangka waktu yang sudah disepakati dan hanya boleh diambil setelah melewati batas waktu tersebut. Sebelum melakukan simpanan berjangka, ada suatu perjanjian yang harus disepakati antara kedua belah pihak antara lain: nasabah simpanan berjangka haruslah sudah menjadi penabung di koperasi terlebih dahulu, jumlah setoran minimal setiap waktu pembayaran ditetapkan oleh koperasi, anggota/nasabah akan diberikan bunga/imbalan pada simpanan selama jangka waktu tersebut, bunga simpanan akan ditambahkan pada saldo tabungan setiap bulannya dan bunga simpanan juga hanya bisa diambil setelah jangka waktunya habis.

Itulah 4 macam simpanan dalam koperasi simpan pinjam beserta aturannya. Meski mempunyai perbedaan dalam sistem penyaluran dana, akan tetapi koperasi ini juga berjasa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memberikan pinjaman dana. Selain itu dengan menabung atau menyimpan dana di koperasi, baik anggota maupun koperasi akan sama-sama diuntungkan. Jadi jangan ragu lagi untuk menabung di koperasi.

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!